bencana

Pengelolaan Bencana

 
Kampanye : Pengelolaan Bencana

Konferensi Rakyat Indonesia: Masyarakat Sipil untuk Pengurangan Risiko Bencana, Membangun Kekuatan Kolektif Masyarakat untuk Mereduksi Risiko dan Dampak Bencana Ekologis

Perubahan iklim adalah realitas. Dampak perubahan iklim telah nyata menjadi ancaman bagi kehidupan warga bumi. IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) dalam “Climate Change 2007: Impact, Adaptation, and Vulnerability” menunjukkan berbagai ancaman yang berpotensi menjadi bencana besar. Ketidaksiapan (kerentanan) atas risiko dan dampak bencana merupakan kunci atas terjadinya bencana. Kondisi ini menentukan banyaknya korban jiwa, harta maupun rusaknya lingkungan. Masih lemahnya daya kritis masyarakat terhadap haknya sebagai warga negara, memposisikan negara masih belum menempatkan hak-hak rakyat untuk dipenuhi.
  
detil» | 15 Jun 2007

 
Kampanye : Pengelolaan Bencana

Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat
Kepulauan Indonesia mengalami perubahan kondisi lingkungan hidup dan ekosistem yang sangat cepat dan masif. Pola pembangunan ekonomi yang bertumpu pada pengurasan sumberdaya alam dan mengabaikan faktor kelestarian eksosistem mengakibatkan perubahan bentang alam dalam skala yang tak kalah masifnya. Kerusakan lingkungan hidup dan ekosistem mengakibatkan peningkatan kerentanan wilayah-wilayah yang secara natural –-dikarenakan kondisi geografis Indonesia– memiliki potensi untuk mengalami bencana. Akibatnya, banjir, tanah longsor, kekeringan dan kebakaran hutan, menjadi fenomena tahunan yang harus dialami oleh masyarakat.    detil» | 27 Dec 2004

Kampanye : Pengelolaan Bencana : Banjir dan Longsor

Sejuta Bencana Terencana di Indonesia
Terjadinya berbagai bencana yang terjadi di negeri ini selalu menyisakan duka bagi rakyat. Meski banyak retorika dibangun untuk mengatasi hal ini, baik pada masa Orde Baru maupun pada masa Orde Reformasi. Namun, seringkali tidak dibarengi dengan tindakan dan kebijakan nyata. Peningkatan bencana terus terjadi dari tahun ke tahun. Bahkan, sejak tahun 1988 sampai pertengahan  2003 jumlah bencana di Indonesia mencapai 647 bencana alam meliputi banjir, longsor, gempa bumi, dan  angin topan, dengan jumlah korban jiwa sebanyak 2022 dan jumlah kerugian mencapai ratusan milyar. Jumlah tersebut belum termasuk bencana yang terjadi pertengahan tahun 2003 sampai pertengahan 2004 yang mencapai ratusan bencana dan mengakibatkan hampir 1000 korban jiwa.    detil» | 14 May 2004

Kampanye : Pengelolaan Bencana

Partisipasi Rakyat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Wilayah Kelola Masyarakat Adat Semende dan TNBBS[1]
Kawasan Lindung Bukit Barisan Selatan (BBS) pada awalnya ditetapkan tahun 1935 sebagai Kawasan Suaka Marga Satwa, melalui Besluit Van der Gouvernour-Generat Van Nederlandseh Indie No 48 stbl. 1935, dengan nama SS I (Sumatra Selatan I). Selanjutnya, pada 1 April 1979 kawasan BBS (Bukit Barisan Selatan) ini memperoleh setatus kawasan sebagai Kawasan Pelestarian Alam.    detil» | 12 Apr 2006

diaNdRie_sweetz@yahoo.co.id  
Kampanye : Pengelolaan Bencana

WALHI Galang Bantuan untuk Respon Gempa di Yogyakarta dan Sekitarnya
Jakarta-Minggu (28/05), jumlah korban jiwa gempa Jogja dan sekitarnya telah mencapai lebih dari 3000 orang dan diperkirakan terus bertambah. Untuk tanggap darurat bencana, WALHI membuka Posko Bantuan WALHI untuk Gempa DI Yogyakarta dan sekitarnya. Bantuan uang tunai sangat dibutuhkan untuk memobilisasi tenaga medis, pengiriman logistik dan obat-obatan untuk korban terluka maupun pengungsi. KAMI BUTUH DUKUNGAN ANDA. Donasi dapat disalurkan ke :

NOREK: 070-00-0400900-2
Bank Mandiri Cabang Mampang
atas nama Yayasan WALHI

Posko Jakarta: 021 7941672,79193363-65, Posko Jogja: 0274-548499,
Posko Surabaya: 031-5014092

Info harian dapat Anda pantau di bagian Kampanye Terkini di bawah ini.    detil» | 28 May 2006

Kampanye : Pengelolaan Bencana

Aktivis Lingkungan Desak Polri Tangkap Penjahat Lumpur Panas Sidoarjo
Puluhan aktivis lingkungan hidup berunjuk rasa di halaman kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuntut Polri segera menangkap dan mengadili para pejabat pemerintah dan PT Lapindo Brantas, yang bertanggungjawab terhadap banjir Lumpur di Sidoarjo    detil» | 14 Jul 2006

Kampanye : Pengelolaan Bencana

WALHI Jawa Barat Evakuasi Korban Gempa-Tsunami di Pangandaran
Jawa Barat- Hingga Selasa (18/07), para pengungsi korban Tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, belum tertangani dan belum mendapatkan bantuan, baik makanan maupun perlengkapan standard hidup sehari-hari. Akibatnya, selain lapar, mereka juga terkena penyakit. Hal ini diungkapkan oleh Dadang Sudarja (45), relawan WALHI Jawa Barat yang turun ke lokasi sejak kemarin sore.    detil» | 18 Jul 2006


 
Kampanye : Pengelolaan Bencana : Banjir dan Longsor

Mendapatkan Perlindungan dan Keselamatan dari Ancaman Banjir adalah Hak Asasi Rakyat
Prediksi terjadinya banjir besar di Jakarta sudah lama disampaikan banyak pihak. BMG sebagai institusi negara, sejak awal bulan Desember 2006 telah mengeluarkan peringatan kepada seluruh pihak, termasuk institusi pemerintah. Curah hujan untuk wilayah Jawa, termasuk Jakarta intensitasnya akan tinggi pada bulan Januari–Februari 2007. Untuk itu, instansi terkait bisa memulai menyiapkan berbagai upaya untuk mitigasi dan kesiapsiagaan guna mereduksi resiko dan dampak bencana.    detil» | 26 Feb 2007

Kampanye : Pengelolaan Bencana : Banjir dan Longsor

Kertas Konsep Pengelolaan Korban Pasca Bencana Banjir WALHI
Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dihuni 7.515.286 jiwa. Jumlah sebenarnya, diyakini jauh melebihi angka yang terdata di kantor catatan sipil. Dengan luasan wilayah 661,62 km2, lahan terbangun sebanyak 608,61 km2. Hanya 8,01 % sisa wilayah Jakarta tidak tertutup bangunan. Minimnya ruang terbuka hijau disinyalir semakin meluasnya banjir tahun 2007. Sibuknya pemerintah melakukan pembangunan fisik, menjadikan hak-hak warga terlindungi dan terselamatkan dari ancaman bencana terabaikan.

Tsunami, Fakta Mengenai Sang Gelombang Pembunuh [Lihat Berita Lainnya]
Sumber Berita:[KCM, Rabu, 05 Januari 2005]

Tsunami yang terjadi di Samudra Hindia yang diakibatkan gempa bumi terhebat dalam kurun waktu beberapa dekade ini diyakini telah merenggut lebih dari 150.000 nyawa dan membuat jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. Besarnya jumlah korban dan kerusakan membuat tsunami tanggal 26 Desember lalu sebagai yang paling menghancurkan dalam sejarah dunia.

Pusat gempa dan arah gelombang tsunami yang timbul tanggal 26 Desember lalu

Menurut Badan Survey Geologi AS yang memonitor gempa bumi di seluruh dunia, pusat gempa berkekuatan 9.0 skala magnitudo itu berada di bawah Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Pulau Sumatra. Pergeseran lempengan tektonik bumi di wilayah ini telah menimbulkan gempa yang kemudian menggoyangkan sejumlah besar air di atasnya, dan menjadikannya gelombang yang menerjang ke segala arah.
Dalam waktu beberapa menit hingga jam, gelombang pembunuh itu bergerak ke wilayah pesisir di 11 negara sekitar Samudra Hindia, menyeret orang-orang ke laut, menenggelamkan rumah-rumah, dan memporak-porandakan kota dan desa.

Sesungguhnya tsunami termasuk kejadian langka di Samudra Hindia. Fenomena ini lebih mungkin muncul di wilayah Pasifik. Namun semua lautan yang berada di daerah gempa atau memiliki gunung api bawah laut, rawan terkena terjangan gelombang ini. Artinya banyak negara bisa terkena tsunami. Nah, untuk mengetahui lebih banyak hal mengenai tsunami, berikut adalah fakta-fakta mengenai gelombang pembunuh itu. Pengetahuan tentang tsunami diharapkan bisa membantu kita menghindari kerugian yang ditimbulkannya jika terjadi lagi di masa mendatang.

Tsunami adalah rangkaian gelombang laut besar yang bisa disebabkan karena gempa bumi atau letusan gunung bawah laut. Tsunami bisa juga terjadi akibat tabrakan lautan dengan meteor raksasa, meskipun hal ini amat langka terjadi.

Para ilmuwan telah menemukan jejak-jejak tabrakan asteroid yang dikatakan dapat menciptakan tsunami raksasa yang menyapu Bumi beberapa kali, membanjiri semua daratan kecuali pegunungan, sekitar 3,5 milyar tahun lalu. Ketika itu diperkirakan tepi pantai benua-benua berubah drastis dan kebanyakan kehidupan di Bumi musnah.

Tsunami adalah istilah dari bahasa Jepang yang artinya kurang lebih “gelombang pelabuhan.” Fenomena tsunami termasuk sering terjadi di Jepang dan ribuan orang Jepang telah tewas akibat gelombang ini.

Sebuah gempa bumi bisa menciptakan tsunami bila kekuatannya cukup besar dan ada gerakan tiba-tiba di Bumi yang menyebabkan pergeseran air dalam jumlah besar. Tsunami bukanlah gelombang tunggal ataupun gelombang pasang melainkan rangkaian gelombang, sehingga disebut juga kereta gelombang. Gelombang paling awal pada suatu tsunami bukanlah yang paling menghancurkan.

Gelombang tsunami bisa sangat panjang (mencapai 100 kilometer) dan bisa menyapu selama satu jam tanpa henti. Gelombang ini bisa melintasi seluruh lautan tanpa banyak kehilangan tenaga. Tsunami di Aceh telah bergerak hingga hampir 5.000 kilometer mencapai Afrika, dan datang dengan kekuatan tinggi.

Para ilmuwan mengatakan bahwa sebuah gempa bumi besar berkekuatan 9 magnitudo pernah terjadi di Pasifik timur laut tahun 1700 dan menciptakan tsunami yang menghancurkan pantai-pantai di Jepang yang menghadap Pasifik.

SECEPAT  JET KOMERSIAL

Foto satelit memperlihatkan wilayah pesisir di Banda Aceh sebelum dan sesudah tsunami.

Bila terjadi di lautan dalam, tsunami bisa bergerak tanpa disadari dari permukaan laut. Ia bisa bergerak dengan kecepatan hingga 800 kilometer/jam, melintasi seluruh lautan hanya dalam satu hari atau kurang. Para ilmuwan bisa memperhitungkan kedatangannya di berbagai tempat di dunia berdasarkan data-data waktu terjadinya gempa, kekuatannya, kedalaman air, serta jaraknya. Tsunami bisa jadi hanya setinggi kurang dari 30 cm di permukaan lautan terbuka, sehingga gelombang ini sering tidak disadari para nelayan. Namun gelombang energi amat kuat bergerak bersamanya secepat pesawat jet komersial. Bila mencapai perairan dangkal dekat pantai, ia akan melambat. Bagian atas gelombang bergerak lebih cepat dibanding bagian bawah sehingga menyebabkan permukaan laut meningkat drastis.

Halangan-halangan geologi seperti karang, teluk, aliran masuk sungai, dan formasi bawah laut bisa menurunkan tenaga tsunami. Di beberapa lokasi, tsunami menyebabkan kenaikan permukaan laut hanya beberapa sentimeter saja. Namun di tempat lain tsunami bisa mencapai tinggi 30 meter. Rata-rata tsunami menyebabkan naiknya permukaan laut hingga 3 meter.
Tsunami di Aceh telah menghadirkan gelombang setinggi 9 meter di beberapa tempat, menurut laporan. Di tempat lain, para saksi mata melukiskan gelombang itu hadir secara cepat di lautan.

Tsunami dapat membanjiri daratan hingga jauh. Kekuatannya bisa mengangkat tembok-tembok besar, kendaraan, menghancurkan rumah dan lainnya. Mengetahui sejarah tsunami di suatu daerah akan bisa digunakan sebagai indikator mengenai apa yang mungkin terjadi bila bencana serupa terjadi lagi.

Ketika mencapai daratan, tsunami tidak selalu tampak sebagai rangkaian gelombang raksasa. Ia bisa terlihat seperti gelombang pasang yang amat cepat. Kedatangan gelombang sering pula disertai turbulensi bawah air, menyedot benda-benda ke dalamnya dan melemparkan benda yang ada di sekelilingnya. Beberapa saksi mengatakan tsunami ini bergemuruh seperti suara kereta api. Tsunami Aceh bisa digolongkan sebagai yang paling mengerikan dalam sejarah. Laporan berita sejuah ini menyebutkan sekitar 150.000 orang telah menjadi korban, banyak di antaranya terseret ke laut, atau tersangkut di puing-puing bangunan dan sampah yang diangkut gelombang.

Tsunami paling menghancurkan sebelumnya adalah yang menewaskan 40.000 orang tahun 1782, menyusul gempa bumi di Laut Cina Selatan. Tahun 1883, sekitar 36.500 orang menjadi korban tsunami di Laut Jawa bagian selatan akibat letusan Gunung Krakatau. Di utara Chile, lebih dari 25.000 orang terbunuh oleh tsunami tahun 1868.

Wilayah Pasifik sejauh ini merupakan wilayah tsunami paling aktif, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), AS. Namun tsunami mungkin juga timbul di berbagai perairan termasuk Karibia dan Mediterania, serta Lautan Hindia dan Atlantik. Tsunami di Atlantik utara adalah termasuk yang diakibatkan gempa bumi Lisbon tahun 1775, yang menewaskan 60.000 orang di Portugal, Spanyol, dan Afrika Utara. Gempa ini mengakibatkan tsunami setinggi 7 meter di Karibia. Wilayah Karibia telah digempur oleh 37 kali tsunami sejak 1498. Beberapa terjadi karena peristiwa lokal, dan lainnya sebagai akibat kejadian di tempat jauh, seperti gempa bumi dekat Portugal. Keseluruhan korban tewas akibat peristiwa-peristiwa itu sekitar 9.500 orang. Gelombang tsunami raksasa pernah muncul di laut Marmara, dekat Turki setelah gempa bumi Izmit tahun 1999.

TANDA-TANDA PERINGATAN

TANDA-TANDA PERINGATAN

diaNdRie_sweetz@yahoo.co.id
Gelombang tsunami mendaparkan sebuah kapal ke daratan di Thailand (Reuters).

Gempa bumi adalah peringatan alami mengenai datangnya tsunami. Bila Anda merasakan gempa kuat, janganlah berada di lokasi yang mungkin terkena terjangan tsunami. Bila Anda mendengar adanya gempa bumi, waspadalah dengan kemungkinan datangnya tsunami. carilah informasi di radio atau televisi mengenai hal itu. Ingat bahwa sebuah gempa bisa memicu terjadinya tsunami ribuan kilometer jauhnya pada waktu beberapa jam.

Para saksi mata melaporkan bahwa tsunami Aceh didahului dengan turunnya permukaan air secara tiba-tiba yang kemudian berbalik menjadi gelombang dahsyat. Bila Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba, waspadalah karena itu tanda gelombang raksasa akan datang. Larilah ke daerah tinggi dengan segera.

Sebagian korban tsunami Aceh tewas karena mereka justru pergi ke pantai untuk melihat bagaimana air menghilang dan dasar laut menjadi tampak. Banyak yang tidak sadar hal itu merupakan awal hadirnya malapetaka. Para ahli memperkirakan, penyusutan permukaan laut akan memberi waktu sekitar lima menit bagi orang-orang untuk segera meninggalkan wilayah itu.

Karena tsunami bisa mendekati pantai dengan kecepatan 160 kilometer per jam, maka seringkali terlambat bagi kita untuk 
menyingkir saat kita melihat kehadirannya. Ingat! Gelombang tsunami yang mendekat bukanlah sesuatu untuk dikagumi, kecuali Anda berada di dataran tinggi yang aman.

Ingatlah pula bahwa tsunami adalah rangkaian gelombang, dan gelombang pertama mungkin bukan yang paling berbahaya. Bahaya dari tsunami bisa berlangsung selama beberapa jam setelah kedatangan gelombang pertama. Rangkaian gelombang tsunami bisa datang berurutan dengan jeda antara lima menit hingga satu jam. Hindarilah lokasi kejadian sampai benar-benar aman.

Mereka yang selamat dari tsunami lalu menceritakan bahwa laut surut secepat dan sekuat ketika ia menerjang daratan. Beberapa orang terseret ke laut saat gelombang itu berbalik. Terjangan tsunami bisa saja hanya kecil di satu titik namun sangat besar di titik lain. Jangan beranggapan karena tanda-tanda tsunami hanya kecil di suatu tempat, maka gejalanya akan sama seperti itu di tempat lain. Tsunami bisa menjelajah cepat lewat sungai dan aliran yang berhubungan dengan laut, Menjauhlah dari sungai atau aliran air yang menuju ke laut, seperti halnya Anda sebaiknya menghindari pantai dan laut bila ada tsunami.

Adalah gagasan yang baik untuk selalu mempersiapkan bahan persedian guna menghadapi kondisi darurat, termasuk obat-obatan, air, dan kebutuhan pokok lain setidaknya untuk 72 jam. Tsunami, gempa bumi, badai, dan bencana lain bisa muncul dengan sedikit tanda atau sama sekali tanpa peringatan.

NOAA menyarankan, karena aktivitas gelombang tsunami tidak terlalu terasa di lautan terbuka, kapal-kapal sebaiknya tidak kembali ke pelabuhan bila mereka sedang berada di laut dan mendengar adanya peringatan mengenai tsunami di area tersebut. Tsunami bisa menyebabkan perubahan permukaan laut sangat cepat dan menghasilkan gelombang dahsyat di pelabuhan dan tepi pantai. Orang-orang sebaiknya tidak naik ke kapal yang berada di pelabuhan karena tsunami bisa menghancurkannya. (nationalgeographic.com/wsn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: