Pengelolaan Bencana
![]()
|
Konferensi Rakyat Indonesia: Masyarakat Sipil untuk Pengurangan Risiko Bencana, Membangun Kekuatan Kolektif Masyarakat untuk Mereduksi Risiko dan Dampak Bencana Ekologis |
![]()
|
Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat |
![]()
|
Sejuta Bencana Terencana di Indonesia |
![]()
|
Partisipasi Rakyat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Wilayah Kelola Masyarakat Adat Semende dan TNBBS[1] |
![]()
| diaNdRie_sweetz@yahoo.co.id |
WALHI Galang Bantuan untuk Respon Gempa di Yogyakarta dan Sekitarnya NOREK: 070-00-0400900-2 Posko Jakarta: 021 7941672,79193363-65, Posko Jogja: 0274-548499, |
![]()
|
Aktivis Lingkungan Desak Polri Tangkap Penjahat Lumpur Panas Sidoarjo |
![]()
|
WALHI Jawa Barat Evakuasi Korban Gempa-Tsunami di Pangandaran |
![]()
![]()
![]()
|
Mendapatkan Perlindungan dan Keselamatan dari Ancaman Banjir adalah Hak Asasi Rakyat |
|||
![]()
|
Kertas Konsep Pengelolaan Korban Pasca Bencana Banjir WALHI |
|||
Tsunami, Fakta Mengenai Sang Gelombang Pembunuh [Lihat Berita Lainnya]
Sumber Berita:[KCM, Rabu, 05 Januari 2005]
Tsunami yang terjadi di Samudra Hindia yang diakibatkan gempa bumi terhebat dalam kurun waktu beberapa dekade ini diyakini telah merenggut lebih dari 150.000 nyawa dan membuat jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. Besarnya jumlah korban dan kerusakan membuat tsunami tanggal 26 Desember lalu sebagai yang paling menghancurkan dalam sejarah dunia.
![]() |
| Pusat gempa dan arah gelombang tsunami yang timbul tanggal 26 Desember lalu |
Menurut Badan Survey Geologi AS yang memonitor gempa bumi di seluruh dunia, pusat gempa berkekuatan 9.0 skala magnitudo itu berada di bawah Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Pulau Sumatra. Pergeseran lempengan tektonik bumi di wilayah ini telah menimbulkan gempa yang kemudian menggoyangkan sejumlah besar air di atasnya, dan menjadikannya gelombang yang menerjang ke segala arah.
Dalam waktu beberapa menit hingga jam, gelombang pembunuh itu bergerak ke wilayah pesisir di 11 negara sekitar Samudra Hindia, menyeret orang-orang ke laut, menenggelamkan rumah-rumah, dan memporak-porandakan kota dan desa.
Sesungguhnya tsunami termasuk kejadian langka di Samudra Hindia. Fenomena ini lebih mungkin muncul di wilayah Pasifik. Namun semua lautan yang berada di daerah gempa atau memiliki gunung api bawah laut, rawan terkena terjangan gelombang ini. Artinya banyak negara bisa terkena tsunami. Nah, untuk mengetahui lebih banyak hal mengenai tsunami, berikut adalah fakta-fakta mengenai gelombang pembunuh itu. Pengetahuan tentang tsunami diharapkan bisa membantu kita menghindari kerugian yang ditimbulkannya jika terjadi lagi di masa mendatang.
Tsunami adalah rangkaian gelombang laut besar yang bisa disebabkan karena gempa bumi atau letusan gunung bawah laut. Tsunami bisa juga terjadi akibat tabrakan lautan dengan meteor raksasa, meskipun hal ini amat langka terjadi.
Para ilmuwan telah menemukan jejak-jejak tabrakan asteroid yang dikatakan dapat menciptakan tsunami raksasa yang menyapu Bumi beberapa kali, membanjiri semua daratan kecuali pegunungan, sekitar 3,5 milyar tahun lalu. Ketika itu diperkirakan tepi pantai benua-benua berubah drastis dan kebanyakan kehidupan di Bumi musnah.
Tsunami adalah istilah dari bahasa Jepang yang artinya kurang lebih “gelombang pelabuhan.” Fenomena tsunami termasuk sering terjadi di Jepang dan ribuan orang Jepang telah tewas akibat gelombang ini.
Sebuah gempa bumi bisa menciptakan tsunami bila kekuatannya cukup besar dan ada gerakan tiba-tiba di Bumi yang menyebabkan pergeseran air dalam jumlah besar. Tsunami bukanlah gelombang tunggal ataupun gelombang pasang melainkan rangkaian gelombang, sehingga disebut juga kereta gelombang. Gelombang paling awal pada suatu tsunami bukanlah yang paling menghancurkan.
Gelombang tsunami bisa sangat panjang (mencapai 100 kilometer) dan bisa menyapu selama satu jam tanpa henti. Gelombang ini bisa melintasi seluruh lautan tanpa banyak kehilangan tenaga. Tsunami di Aceh telah bergerak hingga hampir 5.000 kilometer mencapai Afrika, dan datang dengan kekuatan tinggi.
Para ilmuwan mengatakan bahwa sebuah gempa bumi besar berkekuatan 9 magnitudo pernah terjadi di Pasifik timur laut tahun 1700 dan menciptakan tsunami yang menghancurkan pantai-pantai di Jepang yang menghadap Pasifik.
SECEPAT JET KOMERSIAL
![]() |
| Foto satelit memperlihatkan wilayah pesisir di Banda Aceh sebelum dan sesudah tsunami. |
Bila terjadi di lautan dalam, tsunami bisa bergerak tanpa disadari dari permukaan laut. Ia bisa bergerak dengan kecepatan hingga 800 kilometer/jam, melintasi seluruh lautan hanya dalam satu hari atau kurang. Para ilmuwan bisa memperhitungkan kedatangannya di berbagai tempat di dunia berdasarkan data-data waktu terjadinya gempa, kekuatannya, kedalaman air, serta jaraknya. Tsunami bisa jadi hanya setinggi kurang dari 30 cm di permukaan lautan terbuka, sehingga gelombang ini sering tidak disadari para nelayan. Namun gelombang energi amat kuat bergerak bersamanya secepat pesawat jet komersial. Bila mencapai perairan dangkal dekat pantai, ia akan melambat. Bagian atas gelombang bergerak lebih cepat dibanding bagian bawah sehingga menyebabkan permukaan laut meningkat drastis.
Halangan-halangan geologi seperti karang, teluk, aliran masuk sungai, dan formasi bawah laut bisa menurunkan tenaga tsunami. Di beberapa lokasi, tsunami menyebabkan kenaikan permukaan laut hanya beberapa sentimeter saja. Namun di tempat lain tsunami bisa mencapai tinggi 30 meter. Rata-rata tsunami menyebabkan naiknya permukaan laut hingga 3 meter.
Tsunami di Aceh telah menghadirkan gelombang setinggi 9 meter di beberapa tempat, menurut laporan. Di tempat lain, para saksi mata melukiskan gelombang itu hadir secara cepat di lautan.
Tsunami dapat membanjiri daratan hingga jauh. Kekuatannya bisa mengangkat tembok-tembok besar, kendaraan, menghancurkan rumah dan lainnya. Mengetahui sejarah tsunami di suatu daerah akan bisa digunakan sebagai indikator mengenai apa yang mungkin terjadi bila bencana serupa terjadi lagi.
Ketika mencapai daratan, tsunami tidak selalu tampak sebagai rangkaian gelombang raksasa. Ia bisa terlihat seperti gelombang pasang yang amat cepat. Kedatangan gelombang sering pula disertai turbulensi bawah air, menyedot benda-benda ke dalamnya dan melemparkan benda yang ada di sekelilingnya. Beberapa saksi mengatakan tsunami ini bergemuruh seperti suara kereta api. Tsunami Aceh bisa digolongkan sebagai yang paling mengerikan dalam sejarah. Laporan berita sejuah ini menyebutkan sekitar 150.000 orang telah menjadi korban, banyak di antaranya terseret ke laut, atau tersangkut di puing-puing bangunan dan sampah yang diangkut gelombang.
Tsunami paling menghancurkan sebelumnya adalah yang menewaskan 40.000 orang tahun 1782, menyusul gempa bumi di Laut Cina Selatan. Tahun 1883, sekitar 36.500 orang menjadi korban tsunami di Laut Jawa bagian selatan akibat letusan Gunung Krakatau. Di utara Chile, lebih dari 25.000 orang terbunuh oleh tsunami tahun 1868.
Wilayah Pasifik sejauh ini merupakan wilayah tsunami paling aktif, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), AS. Namun tsunami mungkin juga timbul di berbagai perairan termasuk Karibia dan Mediterania, serta Lautan Hindia dan Atlantik. Tsunami di Atlantik utara adalah termasuk yang diakibatkan gempa bumi Lisbon tahun 1775, yang menewaskan 60.000 orang di Portugal, Spanyol, dan Afrika Utara. Gempa ini mengakibatkan tsunami setinggi 7 meter di Karibia. Wilayah Karibia telah digempur oleh 37 kali tsunami sejak 1498. Beberapa terjadi karena peristiwa lokal, dan lainnya sebagai akibat kejadian di tempat jauh, seperti gempa bumi dekat Portugal. Keseluruhan korban tewas akibat peristiwa-peristiwa itu sekitar 9.500 orang. Gelombang tsunami raksasa pernah muncul di laut Marmara, dekat Turki setelah gempa bumi Izmit tahun 1999.
TANDA-TANDA PERINGATAN
TANDA-TANDA PERINGATAN
|
|
| Gelombang tsunami mendaparkan sebuah kapal ke daratan di Thailand (Reuters). |
Gempa bumi adalah peringatan alami mengenai datangnya tsunami. Bila Anda merasakan gempa kuat, janganlah berada di lokasi yang mungkin terkena terjangan tsunami. Bila Anda mendengar adanya gempa bumi, waspadalah dengan kemungkinan datangnya tsunami. carilah informasi di radio atau televisi mengenai hal itu. Ingat bahwa sebuah gempa bisa memicu terjadinya tsunami ribuan kilometer jauhnya pada waktu beberapa jam.
Para saksi mata melaporkan bahwa tsunami Aceh didahului dengan turunnya permukaan air secara tiba-tiba yang kemudian berbalik menjadi gelombang dahsyat. Bila Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba, waspadalah karena itu tanda gelombang raksasa akan datang. Larilah ke daerah tinggi dengan segera.
Sebagian korban tsunami Aceh tewas karena mereka justru pergi ke pantai untuk melihat bagaimana air menghilang dan dasar laut menjadi tampak. Banyak yang tidak sadar hal itu merupakan awal hadirnya malapetaka. Para ahli memperkirakan, penyusutan permukaan laut akan memberi waktu sekitar lima menit bagi orang-orang untuk segera meninggalkan wilayah itu.
Karena tsunami bisa mendekati pantai dengan kecepatan 160 kilometer per jam, maka seringkali terlambat bagi kita untuk
menyingkir saat kita melihat kehadirannya. Ingat! Gelombang tsunami yang mendekat bukanlah sesuatu untuk dikagumi, kecuali Anda berada di dataran tinggi yang aman.
Ingatlah pula bahwa tsunami adalah rangkaian gelombang, dan gelombang pertama mungkin bukan yang paling berbahaya. Bahaya dari tsunami bisa berlangsung selama beberapa jam setelah kedatangan gelombang pertama. Rangkaian gelombang tsunami bisa datang berurutan dengan jeda antara lima menit hingga satu jam. Hindarilah lokasi kejadian sampai benar-benar aman.
Mereka yang selamat dari tsunami lalu menceritakan bahwa laut surut secepat dan sekuat ketika ia menerjang daratan. Beberapa orang terseret ke laut saat gelombang itu berbalik. Terjangan tsunami bisa saja hanya kecil di satu titik namun sangat besar di titik lain. Jangan beranggapan karena tanda-tanda tsunami hanya kecil di suatu tempat, maka gejalanya akan sama seperti itu di tempat lain. Tsunami bisa menjelajah cepat lewat sungai dan aliran yang berhubungan dengan laut, Menjauhlah dari sungai atau aliran air yang menuju ke laut, seperti halnya Anda sebaiknya menghindari pantai dan laut bila ada tsunami.
Adalah gagasan yang baik untuk selalu mempersiapkan bahan persedian guna menghadapi kondisi darurat, termasuk obat-obatan, air, dan kebutuhan pokok lain setidaknya untuk 72 jam. Tsunami, gempa bumi, badai, dan bencana lain bisa muncul dengan sedikit tanda atau sama sekali tanpa peringatan.
NOAA menyarankan, karena aktivitas gelombang tsunami tidak terlalu terasa di lautan terbuka, kapal-kapal sebaiknya tidak kembali ke pelabuhan bila mereka sedang berada di laut dan mendengar adanya peringatan mengenai tsunami di area tersebut. Tsunami bisa menyebabkan perubahan permukaan laut sangat cepat dan menghasilkan gelombang dahsyat di pelabuhan dan tepi pantai. Orang-orang sebaiknya tidak naik ke kapal yang berada di pelabuhan karena tsunami bisa menghancurkannya. (nationalgeographic.com/wsn)

